-->

Back Groud MRB (atas)


 

Pengumuman

Jadwal Shalat

Janji Abadi Manusia Kepada Allah SWT.

mrb
Thursday, August 28, 2025, August 28, 2025 WIB Last Updated 2025-08-28T08:30:33Z

 

Abu H. Muhammad Ali (Abu Paya Pasi)
(Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Janji Abadi Manusia Kepada Allah SWT.

Mari kita bertakwa kepada Allah SWT. Dengan bertakwa, seseorang akan menjadi pribadi yang terhormat di dunia, serta memperoleh kemenangan hakiki di akhirat, yakni masuk ke dalam surga-Nya yang abadi.


Diriwayatkan bahwa suatu ketika Sayyidina Umar bin Khattab RA hendak melaksanakan tawaf. Sebelum beliau memulai tawaf, terlebih dahulu beliau mencium Hajar Aswad. Setelah berjalan dua langkah, beliau berkata:


"Wahai Hajar Aswad, engkau hanyalah sebuah batu. Engkau tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula dapat mendatangkan mudarat. Aku hanya menciummu karena aku melihat Rasulullah SAW melakukannya. Sekiranya aku tidak melihat Rasulullah menciummu, sungguh aku tidak akan menciummu."


Kemudian Sayyidina Umar berpaling ke arah Sayyidina Ali dan bertanya: “Wahai Abu Hasan, bagaimana pendapatmu tentang apa yang aku lakukan dan aku ucapkan tadi?”


Sayyidina Ali RA menjawab: “Wahai Amirul Mukminin, ketahuilah bahwa Hajar Aswad itu memang dapat memberi manfaat maupun mudarat, karena di dalamnya tersimpan perjanjian agung antara Allah SWT dengan hamba-hamba-Nya.”


Beliau kemudian menjelaskan bahwa saat Allah SWT menciptakan manusia, ruh lebih dahulu ada sebelum jasad Nabi Adam AS diciptakan. Ketika Nabi Adam diciptakan, seluruh ruh manusia —termasuk nur Rasulullah SAW— telah dimasukkan ke dalam dirinya. Setelah itu, manusia diturunkan ke dunia lengkap dengan akal, hati, dan fitrahnya.


Pada saat itu, Allah SWT bertanya kepada seluruh ruh manusia, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-A’raf ayat 172:


"Alastu bi Rabbikum?" (Bukankah Aku ini Tuhanmu?)


Maka seluruh ruh menjawab: "Qâlû balâ syahidnâ." (Benar, kami bersaksi bahwa Engkaulah Tuhan kami.)


Itulah ikrar agung antara manusia dengan Allah SWT. Manusia berjanji untuk tunduk dan taat, melaksanakan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Allah SWT kemudian menegaskan kembali perjanjian itu dalam QS. Al-Baqarah ayat 82:


"Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itulah penghuni surga; mereka kekal di dalamnya."


Namun, Allah juga mengingatkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 39:


"Dan orang-orang yang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."


Dengan demikian, hidup kita di dunia hanyalah sementara. Kita akan melalui tujuh alam: alam dzuriyat (ketika ruh masih bersama Allah), alam sulbi (ayah), alam rahim (ibu), alam dunia (tempat ujian), alam barzakh, alam mahsyar, hingga alam kekekalan, yaitu surga atau neraka. Di dunia inilah penentu masa depan kita.


Apabila kita setia pada janji dengan Allah, maka balasannya adalah surga. Namun jika kita mengingkarinya, maka ancamannya adalah neraka. Karena itu, kita harus benar-benar menegakkan lima rukun Islam: mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan menunaikan haji. Kita juga harus menguatkan enam rukun iman: beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, para rasul, hari kiamat, serta qadha dan qadar.


Perhatikanlah, dalam sehari semalam 24 jam, waktu yang kita gunakan untuk salat lima waktu hanya sekitar satu jam. Sangat singkat dibandingkan balasan yang dijanjikan Allah. Sebab di sisi Allah, satu hari di akhirat setara dengan seribu tahun di dunia (QS. Al-Ma’arij: 4). Bahkan bagi orang yang ingkar dan masuk neraka, satu hari di dalamnya setara dengan lima puluh ribu tahun. Naudzubillah min dzalik.


Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu. Ia mengetahui yang lahir dan yang tersembunyi dalam hati manusia (QS. Al-Hadid: 6, QS. Al-An’am: 3, QS. Al-Mulk: 14). Allah Maha Halus lagi Maha Teliti, Maha Mengawasi (Raqib), Maha Menyaksikan (Syahid), dan Maha Adil (Hakim). Karena itu, setiap manusia senantiasa diawasi oleh empat malaikat yang mencatat amal perbuatannya. Ketika seseorang meninggal dunia, catatan itu akan dibawa untuk diperlihatkan di hari kiamat.


Orang beriman dan taat akan menerima catatan amal dari tangan kanannya, lalu dihisab dengan hisab yang ringan (QS. Al-Insyiqaq: 7–8). Sebaliknya, orang yang ingkar akan menerima catatannya dari belakang dengan tangan kiri, lalu diseret ke dalam neraka (QS. Al-Insyiqaq: 10–12).


Di hari kiamat, tidak ada lagi kebohongan yang bisa disembunyikan. Allah akan mengunci mulut manusia, dan anggota tubuhnya —tangan, kaki, mata, telinga, bahkan kulit— akan bersaksi atas segala amal yang dilakukan di dunia (QS. Yasin: 65, QS. Fussilat: 20). Anggota tubuh yang dahulu sering kita gunakan, kelak akan menjadi saksi yang tidak bisa kita bantah.


Itulah ilmu Allah SWT, yang meliputi segala sesuatu. Manusia tidak bisa lari dari pengawasan-Nya. Maka marilah kita memperbaiki diri sebelum terlambat. Jika kita pernah berbuat salah, hendaklah segera bertaubat, karena Allah Maha Pengampun. Jangan menunggu hingga datang penyesalan di hari ketika semua amal perbuatan ditampakkan.


Semoga kita menjadi hamba-hamba yang senantiasa menjaga janji dengan Allah, berpegang teguh pada iman, menegakkan amal saleh, dan akhirnya dimasukkan ke dalam surga-Nya yang penuh rahmat.

Komentar

Tampilkan

  • Janji Abadi Manusia Kepada Allah SWT.
  • 0


Jadwal Shalat

”jadwal-sholat”