![]() |
| Abu Paya Pasi (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman) |
I’tiqad 50 dalam Mazhab Abu Hasan al-Asy’ari
Dasar mazhab Abu Hasan al-Asy’ari
dalam akidah adalah rukun Islam lima perkara, dengan yang pertama adalah mengucapkan
dua kalimat syahadat. Syarat sahnya syahadat adalah diikrarkan dengan lisan dan
ditasdikkan dengan hati.
Ketika kita mengucapkan La ilaha
illallah, maka yang kita tasdikkan bukan sekadar lafaz, tetapi keyakinan bahwa
Allah memiliki 20 sifat wajib, beserta lawannya yang mustahil, ditambah satu
sifat jaiz. Dengan demikian, terdapat 41 sifat yang harus diyakini. Barang
siapa menguasai keyakinan ini, maka sah imannya kepada Allah SWT.
Demikian pula ketika kita
melafazkan wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah, maka kita harus meyakini
empat sifat wajib bagi Rasulullah, yaitu: Pertama, Ṣidq (benar), mustahil
Rasul berdusta. Berbeda dengan manusia biasa yang sering berbohong, bahkan
kepada anaknya sendiri. Kebiasaan ini membuat anak belajar berbohong pula
kepada orang tuanya kelak. Kedua, amanah (terpercaya), mustahil Rasul
berkhianat. Ketiga, tablīgh (menyampaikan wahyu), apa yang diperintahkan
Allah, semuanya disampaikan Nabi tanpa takut kehilangan ap- apun. Rasul tidak
pernah diam terhadap kesalahan, karena beliau menyampaikan sesuai perintah
Allah. Keempat, fatanah (cerdas), kecerdasan Nabi tidak tertandingi.
Perbandingan kecerdasan Nabi dengan manusia biasa ibarat pasir di pantai,
manusia hanya satu butir, Nabi sebanyak seluruh pasir di pantai.
Contoh kebijaksanaan Nabi dapat
kita lihat ketika terjadi gerhana matahari. Rasulullah SAW memimpin salat
gerhana dengan bacaan panjang hingga berjam-jam. Dulu orang mungkin tidak
mengerti hikmahnya. Namun belakangan ilmuwan menemukan bahwa menatap gerhana
langsung dapat merusak mata. Inilah bukti bahwa setiap perintah Rasul
mengandung hikmah, baik yang dipahami orang awam maupun yang hanya bisa dikaji
oleh kaum cendekiawan.
Dari empat sifat wajib dan empat
sifat mustahil Nabi, ditambah satu sifat jaiz, maka total sifat keimanan yang
harus diyakini adalah 50 sifat, yang dikenal dengan I’tiqad 50.
Asmaul Husna dan Ilmu Allah
Para ulama menjelaskan bahwa nama
Allah Taala mencapai ribuan, namun yang disebut dalam Al-Qur’an adalah 99
Asmaul Husna. Salah satu sifat utama Allah adalah ‘Ilm (Maha Mengetahui).
Dalam surah Al-Hadid ayat 6 Allah
berfirman: “Wallahu ‘alimun biżatisṣudur” artinya dan Allah Maha
Mengetahui isi hati. Dalam surah Al-An’am ayat 3 juga disebutkan: “Wa huwa
Allahu fissamawati wa filarḍ, ya‘lamu sirrakum wa jahrakum wa ya‘lamu ma
taksibun” artinya dan Dialah Allah di langit dan di bumi. Dia mengetahui
rahasia kalian, yang kalian tampakkan, dan apa yang kalian kerjakan.
Allah mengetahui segala hal apa
yang kita sembunyikan, yang kita lakukan, rezeki yang kita makan, kapan dan di
mana kita akan wafat. Itulah keluasan ilmu Allah. Asmaul Husna juga menjelaskan
rincian sifat Allah, misalnya Al-Laṭif artinya Maha Halus, mengetahui hal
paling kecil. Al-Khabir artinya Maha Mengetahui urutan kejadian. Ar-Raqib
artinya Maha Mengawasi segala ucapan dan perbuatan manusia.
Ilmu Allah bukan sekadar tahu,
tetapi juga meliputi balasan amal. Amal kebaikan akan Allah bentuk menjadi
nikmat surga, sedangkan amal buruk menjadi azab neraka. Semuanya diperiksa oleh
malaikat dan dicatat dalam buku amal yang kelak akan dibacakan pada hari
kiamat, sebagaimana firman Allah : “La yughadiru ṣaghiratan wala kabiratan
illa aḥṣaha” artinya tidak ada yang luput, baik yang kecil maupun
yang besar, melainkan tercatat.
Pada hari itu, mulut manusia
dikunci, lalu tangan, kaki, telinga, dan seluruh anggota tubuh menjadi saksi
atas apa yang pernah dilakukan. Inilah keadilan Allah SWT.
Singkatnya, I’tiqad 50 adalah
fondasi akidah Ahlussunnah wal Jamaah menurut mazhab Abu Hasan al-Asy’ari. Ia
merangkum keyakinan terhadap sifat-sifat Allah dan Rasul-Nya. Dengan memahami
serta meyakininya, seorang muslim telah menegakkan iman dengan kokoh, mengenal
Allah melalui sifat-sifat-Nya, sekaligus meneladani Rasulullah SAW dengan
sifat-sifat kesempurnaan beliau. Wallahu a‘lam bishshawab.

.jpg)

.jpg)

