-->

Back Groud MRB (atas)


 

Pengumuman

Jadwal Shalat

I’tiqad 50 dalam Mazhab Abu Hasan al-Asy’ari

mrb
Friday, September 26, 2025, September 26, 2025 WIB Last Updated 2025-09-26T07:10:44Z

 

Abu Paya Pasi
(Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)


I’tiqad 50 dalam Mazhab Abu Hasan al-Asy’ari


Dasar mazhab Abu Hasan al-Asy’ari dalam akidah adalah rukun Islam lima perkara, dengan yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat. Syarat sahnya syahadat adalah diikrarkan dengan lisan dan ditasdikkan dengan hati.


Ketika kita mengucapkan La ilaha illallah, maka yang kita tasdikkan bukan sekadar lafaz, tetapi keyakinan bahwa Allah memiliki 20 sifat wajib, beserta lawannya yang mustahil, ditambah satu sifat jaiz. Dengan demikian, terdapat 41 sifat yang harus diyakini. Barang siapa menguasai keyakinan ini, maka sah imannya kepada Allah SWT.


Demikian pula ketika kita melafazkan wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah, maka kita harus meyakini empat sifat wajib bagi Rasulullah, yaitu: Pertama, Ṣidq (benar), mustahil Rasul berdusta. Berbeda dengan manusia biasa yang sering berbohong, bahkan kepada anaknya sendiri. Kebiasaan ini membuat anak belajar berbohong pula kepada orang tuanya kelak. Kedua, amanah (terpercaya), mustahil Rasul berkhianat. Ketiga, tablīgh (menyampaikan wahyu), apa yang diperintahkan Allah, semuanya disampaikan Nabi tanpa takut kehilangan ap- apun. Rasul tidak pernah diam terhadap kesalahan, karena beliau menyampaikan sesuai perintah Allah. Keempat, fatanah (cerdas), kecerdasan Nabi tidak tertandingi. Perbandingan kecerdasan Nabi dengan manusia biasa ibarat pasir di pantai, manusia hanya satu butir, Nabi sebanyak seluruh pasir di pantai.


Contoh kebijaksanaan Nabi dapat kita lihat ketika terjadi gerhana matahari. Rasulullah SAW memimpin salat gerhana dengan bacaan panjang hingga berjam-jam. Dulu orang mungkin tidak mengerti hikmahnya. Namun belakangan ilmuwan menemukan bahwa menatap gerhana langsung dapat merusak mata. Inilah bukti bahwa setiap perintah Rasul mengandung hikmah, baik yang dipahami orang awam maupun yang hanya bisa dikaji oleh kaum cendekiawan.


Dari empat sifat wajib dan empat sifat mustahil Nabi, ditambah satu sifat jaiz, maka total sifat keimanan yang harus diyakini adalah 50 sifat, yang dikenal dengan I’tiqad 50.


Asmaul Husna dan Ilmu Allah

Para ulama menjelaskan bahwa nama Allah Taala mencapai ribuan, namun yang disebut dalam Al-Qur’an adalah 99 Asmaul Husna. Salah satu sifat utama Allah adalah ‘Ilm (Maha Mengetahui).


Dalam surah Al-Hadid ayat 6 Allah berfirman: “Wallahu ‘alimun biżatisṣudur” artinya dan Allah Maha Mengetahui isi hati. Dalam surah Al-An’am ayat 3 juga disebutkan: “Wa huwa Allahu fissamawati wa filarḍ, ya‘lamu sirrakum wa jahrakum wa ya‘lamu ma taksibun” artinya dan Dialah Allah di langit dan di bumi. Dia mengetahui rahasia kalian, yang kalian tampakkan, dan apa yang kalian kerjakan.


Allah mengetahui segala hal apa yang kita sembunyikan, yang kita lakukan, rezeki yang kita makan, kapan dan di mana kita akan wafat. Itulah keluasan ilmu Allah. Asmaul Husna juga menjelaskan rincian sifat Allah, misalnya Al-Laṭif artinya Maha Halus, mengetahui hal paling kecil. Al-Khabir artinya Maha Mengetahui urutan kejadian. Ar-Raqib artinya Maha Mengawasi segala ucapan dan perbuatan manusia.


Ilmu Allah bukan sekadar tahu, tetapi juga meliputi balasan amal. Amal kebaikan akan Allah bentuk menjadi nikmat surga, sedangkan amal buruk menjadi azab neraka. Semuanya diperiksa oleh malaikat dan dicatat dalam buku amal yang kelak akan dibacakan pada hari kiamat, sebagaimana firman Allah : “La yughadiru ṣaghiratan wala kabiratan illa aḥṣaha” artinya tidak ada yang luput, baik yang kecil maupun yang besar, melainkan tercatat.


Pada hari itu, mulut manusia dikunci, lalu tangan, kaki, telinga, dan seluruh anggota tubuh menjadi saksi atas apa yang pernah dilakukan. Inilah keadilan Allah SWT.


Singkatnya, I’tiqad 50 adalah fondasi akidah Ahlussunnah wal Jamaah menurut mazhab Abu Hasan al-Asy’ari. Ia merangkum keyakinan terhadap sifat-sifat Allah dan Rasul-Nya. Dengan memahami serta meyakininya, seorang muslim telah menegakkan iman dengan kokoh, mengenal Allah melalui sifat-sifat-Nya, sekaligus meneladani Rasulullah SAW dengan sifat-sifat kesempurnaan beliau. Wallahu a‘lam bishshawab.

 

 

 

 

Komentar

Tampilkan

  • I’tiqad 50 dalam Mazhab Abu Hasan al-Asy’ari
  • 0


Jadwal Shalat

”jadwal-sholat”