-->

Back Groud MRB (atas)


 

Pengumuman

Jadwal Shalat

Salat sebagai Fondasi Agama dan Penjaga Kehidupan

mrb
Friday, January 9, 2026, January 09, 2026 WIB Last Updated 2026-01-09T23:29:35Z

 

Oleh : Abu. H. Muhammad Lubok

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang telah melimpahkan kepada manusia dua nikmat terbesar: nikmat ijād, yaitu nikmat diciptakan dari ketiadaan, dan nikmat imdād, yaitu pertolongan Allah yang terus mengalir dalam bentuk rezeki, kesehatan, dan kesempatan beribadah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Di antara ajaran Islam yang paling mendasar dan paling menentukan keselamatan seorang hamba adalah salat. Salat bukan sekadar ritual, melainkan tiang agama dan pembeda antara iman dan kekufuran. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ
“Dan dirikanlah salat.”
(QS. Al-Baqarah: 43)

Perintah ini berulang kali ditegaskan dalam Al-Qur’an, menandakan bahwa salat adalah inti dari seluruh ibadah. Bahkan Allah menegaskan bahwa salat memiliki fungsi moral dan sosial:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Dalam kajian fikih, salat termasuk bagian terpenting dari ibadat, bahkan menjadi tolok ukur diterima atau tidaknya amal seorang hamba. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah salatnya. Jika salatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya; jika rusak, maka rusaklah seluruh amalnya.”
(HR. at-Tirmidzi)

Salat lima waktu diwajibkan secara langsung oleh Allah pada peristiwa Isra’ Mi‘raj, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih. Awalnya Allah mewajibkan lima puluh waktu, lalu diringankan menjadi lima waktu dengan pahala tetap lima puluh. Hal ini menunjukkan betapa agung dan beratnya kedudukan salat dalam Islam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Salat adalah tiang agama.”
(HR. al-Baihaqi)

Karena itu, meninggalkan salat bukan perkara ringan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.”
(HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i)

Para ulama menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan betapa berbahayanya meninggalkan salat. Orang yang mengingkari kewajiban salat dihukumi kufur, sedangkan orang yang mengaku wajib tetapi meninggalkannya karena malas berada dalam dosa besar yang mengancam keselamatannya di akhirat.

Salat diwajibkan atas setiap muslim yang mukalaf, yaitu balig dan berakal. Tanda balig telah dijelaskan Rasulullah ﷺ dalam hadis:

“Diangkat pena (kewajiban) dari tiga golongan: orang tidur hingga bangun, anak kecil hingga balig, dan orang gila hingga sembuh.”
(HR. Abu Dawud)

Namun sebelum balig, anak-anak tetap harus dibiasakan salat. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perintahkan anak-anak kalian untuk salat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan mendidik) ketika berusia sepuluh tahun jika meninggalkannya.”
(HR. Abu Dawud)

Ini menunjukkan bahwa salat bukan hanya kewajiban individu, tetapi juga tanggung jawab keluarga. Kepala keluarga tidak boleh membiarkan rumahnya kosong dari salat. Allah berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
“Perintahkanlah keluargamu untuk melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya.”
(QS. Thaha: 132)

Salat juga berkaitan erat dengan keberkahan hidup dan kelapangan rezeki. Allah menjanjikan kecukupan bagi orang yang menjaga ibadahnya:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. ath-Thalaq: 2–3)

Salat yang ditegakkan dengan ilmu, kekhusyukan, dan keikhlasan akan melahirkan ketenangan jiwa, ketertiban hidup, serta keberkahan dalam keluarga dan masyarakat. Sebaliknya, mengabaikan salat akan membuka pintu kegelisahan, sempitnya rezeki, dan jauhnya pertolongan Allah.

Maka sungguh benar sabda Rasulullah ﷺ:

“Barang siapa menjaga salat, maka salat itu akan menjadi cahaya, bukti, dan keselamatan baginya pada hari kiamat.”
(HR. Ahmad)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta‘ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menegakkan salat dengan benar, menjaga keluarga dengan salat, dan menghadap-Nya kelak dalam keadaan diridhai.

Wabillāhi taufīq wal hidāyah, walhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn.

Komentar

Tampilkan

  • Salat sebagai Fondasi Agama dan Penjaga Kehidupan
  • 0


Jadwal Shalat

”jadwal-sholat”