-->

Back Groud MRB (atas)


 

Pengumuman

Jadwal Shalat

Sabar dan Syukur, Penjaga Hati dari Dengki dan Cinta Kemegahan

mrb
Thursday, February 19, 2026, February 19, 2026 WIB Last Updated 2026-02-20T04:02:05Z

 

Tgk. H. Muhammad Ali (Abu Paya Pasi)
Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman

Sabar dan Syukur, Penjaga Hati dari Dengki dan Cinta Kemegahan


Dalam diri setiap insan terdapat sifat-sifat terpuji yang mesti dipelihara. Di antaranya yang paling utama adalah sabar dan syukur. Dua sifat ini menjadi penopang hidup seorang mukmin ketika menghadapi segala keadaan, baik lapang maupun sempit.


Tatkala Allah mengirimkan musibah kepada kita, di situlah sabar diuji. Jika kita mampu bersabar, Allah telah menjanjikan balasan yang agung. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 153 Allah berfirman, “Innallāha ma‘aṣ-ṣābirīn,” sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dalam ayat lain, Surah Al-Baqarah ayat 155, Allah menegaskan bahwa manusia akan diuji dengan rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Lalu Allah memberi kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.


Ujian itu bermacam-macam; ada yang berupa kesenangan, ada pula yang berupa kesusahan. Kadang Allah menguji dengan nikmat, kadang dengan musibah. Pertanyaannya, apakah kita bersabar? Jika kita bersabar, Allah menyatakan kebersamaan-Nya dengan hamba tersebut. Namun jika tidak sabar dan tidak pula bersyukur, maka akan lahirlah penyakit hati: merasa tidak pernah cukup, selalu kurang, dan akhirnya tumbuh dengki.


Dengki adalah penyakit yang sangat berbahaya. Rasulullah SAW bersabda, “Hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar yang kering.” Api tidak pernah bosan melahap kayu kering, demikian pula dengki menghabiskan amal kebaikan tanpa terasa.


Al-Qur’an mengisahkan sejarah Iblis. Jika ditanya tentang ibadah, ia termasuk yang paling dahulu dan paling rajin beribadah. Dikisahkan bahwa ibadahnya mencapai puluhan ribu tahun. Bahkan ia pernah mengajarkan malaikat dan memiliki kedudukan yang tinggi. Namun apa yang membuatnya menjadi makhluk terlaknat? Ia tidak bersyukur atas nikmat yang Allah berikan dan hatinya dipenuhi cinta kemegahan.


Ketika Allah menciptakan Nabi Adam dari tanah, para malaikat takjub melihat ciptaan tersebut. Malaikat tidak memiliki hawa nafsu dan tidak berpolitik, mereka hanya memiliki akal untuk taat. Iblis merasa kedudukannya terancam. Ia tidak ridha terhadap ketentuan Allah. Dari cinta kemegahan lahirlah dengki, dan dari dengki runtuhlah segala amal ibadahnya yang panjang itu.


Begitulah bahayanya dengki. Ibadah puluhan ribu tahun menjadi tidak bernilai karena hati yang tidak bersyukur dan tidak ridha pada takdir Allah.


Di sinilah pentingnya ilmu tasawuf, memperbaiki hati, meluruskan niat, dan menumbuhkan keikhlasan dalam setiap amal. Dunia ini hanyalah sebentar, ibarat setetes air di ujung jarum dibandingkan luasnya lautan akhirat. Kehidupan yang kekal adalah kehidupan di akhirat. Dunia hanyalah tempat bercocok tanam untuk memetik hasilnya kelak.


Maka ketika Allah menguji kita dengan musibah, jadilah hamba yang sabar. Ketika diberi nikmat, jadilah hamba yang bersyukur. Sebab sabar dan syukur itulah penjaga hati dari dengki dan cinta kemegahan, agar amal tidak sia-sia dan hidup berakhir dengan kemuliaan di sisi Allah SWT.

Komentar

Tampilkan

  • Sabar dan Syukur, Penjaga Hati dari Dengki dan Cinta Kemegahan
  • 0


Jadwal Shalat

”jadwal-sholat”