<head> Syariat Allah adalah Jalan Keselamatan -->

Back Groud MRB (atas)


 

Pengumuman

Jadwal Shalat

Syariat Allah adalah Jalan Keselamatan

mrb
Thursday, July 9, 2026, July 09, 2026 WIB Last Updated 2026-07-10T03:45:55Z

Abi Muslim At-Thahiri
(Pimpinan Dayah Darul Mujahidin Kota Lhokseumawe)


Oleh : Abi Muslim At-Thahiri (Pimpinan Dayah Darul Mujahidin Kota Lhokseumawe)


Syariat Allah adalah Jalan Keselamatan


Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Swt.


Segala syariat yang Allah tetapkan bukanlah untuk memberatkan hamba-Nya. Sebaliknya, seluruh syariat hadir sebagai rahmat, kemudahan, dan jalan keselamatan bagi manusia. Allah Swt. berfirman:


يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

"Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. Al-Baqarah: 185)


Ayat ini menegaskan bahwa Islam adalah agama yang membawa kemudahan. Tidak satu pun syariat Allah diturunkan untuk menyulitkan manusia. Dalam ayat yang lain Allah Swt. berfirman:


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia memperoleh pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan menanggung dosa dari kejahatan yang dikerjakannya." (QS. Al-Baqarah: 286)


Segala amal yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri. Ketaatan kita tidak menambah sedikit pun kemuliaan Allah, dan kemaksiatan kita tidak mengurangi sedikit pun keagungan-Nya. Seandainya seluruh manusia bersujud kepada Allah tanpa pernah mengangkat kepalanya, hal itu tidak akan menambah kekuasaan Allah. Sebaliknya, apabila seluruh manusia durhaka kepada-Nya, sedikit pun tidak akan mengurangi keagungan dan kerajaan-Nya.


Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah.

Apabila ada yang mengatakan bahwa syariat Islam tidak manusiawi karena adanya hukuman bagi pelaku kejahatan, maka perlu dipahami bahwa setiap hukum Allah memiliki hikmah untuk menjaga kemaslahatan manusia. Syariat tidak diturunkan untuk menzalimi, melainkan untuk melindungi agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.


Allah Swt. berfirman:


وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ

"Dan sungguh, Kami jadikan untuk neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami; mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat; mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi." (QS. Al-A'raf: 179)


Ayat ini mengingatkan bahwa akal, mata, dan telinga adalah nikmat yang harus digunakan untuk memahami kebenaran.


Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah.

Jika ada yang mengatakan bahwa syariat Islam tidak logis, maka sesungguhnya seluruh hukum Allah lahir dari Zat Yang Maha Mengetahui, Maha Adil, dan Maha Bijaksana. Tidak mungkin hukum yang berasal dari Allah mengandung kesia-siaan atau ketidakadilan. Setiap ayat dan setiap ketentuan syariat memiliki hikmah, meskipun tidak seluruhnya mampu dijangkau oleh akal manusia.


Hukuman bagi pencuri, misalnya, bertujuan menjaga keamanan harta masyarakat. Hukuman terhadap perzinaan bertujuan menjaga kehormatan keluarga, keturunan, dan martabat manusia. Demikian pula syariat qisas merupakan bentuk perlindungan terhadap kehidupan manusia.


Allah Swt. berfirman:

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ

"Dan dalam qisas itu ada jaminan kehidupan bagimu." (QS. Al-Baqarah: 179)


Mengapa qisas disebut sebagai kehidupan? Karena ketika seseorang mengetahui bahwa pembunuhan akan dibalas dengan hukuman yang setimpal, ia akan berpikir berkali-kali untuk menghilangkan nyawa orang lain. Dengan demikian, syariat menjadi benteng yang menjaga kehidupan masyarakat.


Hadirin para jamaah Jumat sekalian.

Oleh sebab itu, solusi menuju kehidupan yang aman adalah menaati syariat Allah. Jalan menuju keberkahan adalah menjalankan syariat-Nya. Demikian pula jalan keluar dari berbagai persoalan kehidupan adalah kembali kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya.


Bagi Aceh yang dikenal sebagai Serambi Makkah, syariat Islam merupakan bagian dari jati diri dan sejarah panjang masyarakatnya. Karena itu, seluruh unsur masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Kepada para pemimpin yang diberikan amanah, jadikanlah kejujuran sebagai fondasi pemerintahan. Tegakkan keadilan, jauhi korupsi, dan tunaikan amanah dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai negeri yang menerapkan syariat justru kehilangan nilai-nilai keadilan, kepedulian terhadap fakir miskin, anak yatim, dan kaum lemah.


Kepada para ulama, cendekiawan, akademisi, dan tokoh masyarakat, teruslah menjadi mitra yang membimbing umat dan memberikan nasihat kepada para pemimpin dengan hikmah dan keberanian. Ketika pemimpin berada di jalan yang benar, dukunglah mereka. Namun apabila terdapat penyimpangan, maka nasihatilah dengan cara yang baik sebagai bentuk tanggung jawab amar makruf nahi mungkar.


Hadirin yang dimuliakan Allah,

Marilah kita memperkuat persatuan umat. Jangan sampai perbedaan menjadi sebab perpecahan. Gunakan profesi, jabatan, ilmu, harta, dan kemampuan yang Allah titipkan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi agama, bangsa, dan masyarakat.


Jangan habiskan energi untuk saling menyalahkan atau memperbesar persoalan-persoalan kecil, sementara tantangan yang dihadapi umat jauh lebih besar. Jadikan perbedaan sebagai ruang untuk saling melengkapi, bukan saling melemahkan.


Sebagaimana ungkapan hikmah yang sangat dikenal di Aceh:

"Mate aneuk meupat jrat, gadoh adat han meulheueh mita."


Semoga Allah Swt. senantiasa menjaga Aceh, menjaga negeri ini dalam keberkahan, meneguhkan hati para pemimpin untuk berlaku adil, menguatkan persatuan umat, serta memberikan kekuatan kepada kita semua untuk istiqamah menjalankan syariat-Nya dengan penuh hikmah, keadilan, dan kasih sayang.


Wallāhu a'lam bish-shawab.


Komentar

Tampilkan

  • Syariat Allah adalah Jalan Keselamatan
  • 0


Jadwal Shalat

”jadwal-sholat”