-->

Back Groud MRB (atas)


 

Pengumuman

Jadwal Shalat

Hari Kiamat, Mulut Terkunci

mrb
Thursday, August 28, 2025, August 28, 2025 WIB Last Updated 2025-08-28T09:09:07Z


Tgk. Safwani Zainun, S.Pd.I
(Ketua Dewan Pengawas Baitul Mal Kota Banda Aceh)

 

Hari Kiamat, Mulut Terkunci

Oleh : Tgk. Safwani Zainun, S.Pd.I


Asalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt., Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga kita dapat hadir di rumah Allah ini untuk melaksanakan kewajiban salat Jumat.


Shalawat dan salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., suri teladan sepanjang zaman, beserta keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat kelak.


Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Tema khutbah kita pada hari ini adalah Hari Kiamat, Mulut Terkunci. Topik ini sangat penting untuk kita renungkan, karena kehidupan dunia yang kita jalani sekarang hanyalah sementara. Dunia bukanlah tempat peristirahatan terakhir, melainkan hanya ladang untuk menanam amal yang akan kita tuai di akhirat. Kelak, pada hari kiamat, semua amal akan diperlihatkan, tidak ada yang bisa disembunyikan, dan tidak ada satu pun alasan yang bisa membebaskan kita kecuali rahmat Allah Swt.


Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:


اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ


“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berbicara kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
(QS. Yasin: 65)


Ayat ini memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa pada hari kiamat, mulut manusia akan terkunci. Lisan yang di dunia ini sering digunakan untuk berbohong, menggunjing, menghina, bahkan menipu, tidak lagi bisa dipergunakan untuk membela diri. Justru tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh akan menjadi saksi yang jujur atas segala amal perbuatan manusia.


Jamaah yang dimuliakan Allah,

Rasulullah Saw. mengingatkan kita dalam hadisnya:

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya bagaimana ia amalkan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan.” (HR. At-Tirmidzi)


Hadis ini menegaskan bahwa setiap perbuatan manusia akan diminta pertanggungjawaban. Umur yang Allah berikan, ilmu yang kita pelajari, harta yang kita kumpulkan, dan tubuh yang kita gunakan, semuanya akan ditanya satu per satu. Tidak ada satupun yang luput dari pengawasan Allah Swt.


Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,

Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menyiapkan bekal sebelum datangnya hari kiamat. Persiapan itu bukan berupa harta benda, bukan pula kedudukan atau pangkat, melainkan iman, amal saleh, dan taubat yang tulus.


Beberapa Persiapan Menghadapi Hari Kiama

1. Menjaga Lisan

Lisan adalah salah satu nikmat besar, tetapi juga bisa menjadi sumber bencana. Betapa banyak manusia terjerumus ke dalam neraka hanya karena lisannya. Rasulullah Saw. bersabda:


“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Kata-kata yang baik bisa menjadi pahala, sedangkan ucapan yang buruk bisa menjadi dosa besar. Oleh karena itu, mari kita gunakan lisan hanya untuk berkata benar, berzikir, dan menyampaikan kebaikan.


2. Meningkatkan Amal Saleh

Dunia adalah ladang amal, dan setiap amal akan menjadi cahaya di hari kiamat. Amal saleh bukan hanya ibadah wajib seperti salat, puasa, dan zakat, tetapi juga amal sosial: membantu fakir miskin, menolong orang lain, berbuat baik kepada tetangga, dan memelihara hubungan baik antar sesama.


3. Menjauhi Maksiat dan Dosa

Setiap dosa akan menjadi saksi memberatkan. Dosa mata karena melihat yang haram, dosa telinga karena mendengar kebatilan, dosa tangan karena mengambil yang bukan hak, dan dosa kaki karena melangkah ke tempat maksiat, semua akan diperlihatkan di hadapan Allah. Maka jauhilah maksiat sekecil apa pun, karena semua akan dicatat.


4. Bertaubat dengan Taubat Nasuha

Allah Swt. memerintahkan:


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَصُوْحًا                                   


“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha).” (QS. At-Tahrim: 8)


Selama nyawa belum sampai di kerongkongan, pintu taubat masih terbuka. Karena itu, jangan tunda taubat.


5. Memperbanyak Amal Jariyah

Rasulullah Saw. bersabda:


“Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)


Bekal terbaik yang terus mengalir pahalanya adalah amal jariyah. Mari kita sisakan sebagian harta, tenaga, dan ilmu untuk menjadi bekal yang terus bermanfaat setelah kita meninggal.


Jamaah Jumat yang berbahagia,

Marilah kita memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya. Janganlah kita tertipu dengan gemerlap dunia yang fana. Sebab pada hari kiamat nanti, mulut kita akan terkunci, dan hanya amal perbuatan yang berbicara.


Hadirin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan kembali ketakwaan kepada Allah Swt. Takwa adalah sebaik-baik bekal dalam menghadapi kehidupan dunia dan akhirat.

Allah Swt. berfirman:


يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُوْنَۙ اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ


“(Yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu‘ara: 88–89)

Pada hari kiamat nanti, harta yang kita kumpulkan tidak akan menolong kita. Anak-anak yang kita banggakan juga tidak bisa menyelamatkan kita. Yang bermanfaat hanyalah hati yang bersih, yaitu hati yang dipenuhi iman, ikhlas dalam beramal, bebas dari syirik, dan jauh dari kemunafikan.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Rasulullah Saw. bersabda:

“Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)


Marilah kita menjadi hamba Allah yang cerdas. Jangan terlena dengan kesenangan dunia. Jangan menunda taubat. Jangan meremehkan amal kebaikan, sekalipun kecil. Jangan pula menganggap remeh dosa, walaupun tampak sepele.


Hadirin yang dimuliakan Allah,

Hari kiamat adalah kepastian. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan datangnya. Karena itu, mari kita persiapkan diri mulai dari sekarang. Gunakan waktu, tenaga, dan kesempatan yang Allah berikan untuk beribadah dan beramal saleh.


اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ


Penutup:
          Demikian khutbah Jumat ini. Semoga Allah Swt. menjadikan kita hamba-hamba yang mampu menjaga lisan, memperbanyak amal saleh, menjauhi dosa, bertaubat dengan tulus, dan selalu menyiapkan bekal untuk menghadapi hari kiamat. Semoga Allah memberikan kita semua husnul khatimah.

Komentar

Tampilkan

  • Hari Kiamat, Mulut Terkunci
  • 0


Jadwal Shalat

”jadwal-sholat”