
![]() |
Tgk. Safwani Zainun, S.Pd.I (Ketua Dewan Pengawas Baitul Mal Kota Banda Aceh) |
Hari Kiamat, Mulut Terkunci
Oleh : Tgk. Safwani Zainun, S.Pd.I
Asalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur ke
hadirat Allah Swt., Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kepada kita
nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga kita dapat hadir di
rumah Allah ini untuk melaksanakan kewajiban salat Jumat.
Shalawat dan salam marilah kita haturkan kepada
junjungan kita Nabi Muhammad Saw., suri teladan sepanjang zaman, beserta
keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang setia hingga akhir
zaman. Semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat kelak.
Jamaah
Jumat yang dirahmati Allah,
Tema khutbah kita pada hari ini adalah Hari Kiamat,
Mulut Terkunci. Topik ini sangat penting untuk kita renungkan, karena
kehidupan dunia yang kita jalani sekarang hanyalah sementara. Dunia bukanlah
tempat peristirahatan terakhir, melainkan hanya ladang untuk menanam amal yang
akan kita tuai di akhirat. Kelak, pada hari kiamat, semua amal akan
diperlihatkan, tidak ada yang bisa disembunyikan, dan tidak ada satu pun alasan
yang bisa membebaskan kita kecuali rahmat Allah Swt.
Allah Swt.
berfirman dalam Al-Qur’an:
اَلْيَوْمَ
نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ
بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Pada
hari ini Kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berbicara kepada Kami, dan
kaki mereka akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
(QS. Yasin: 65)
Ayat ini memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa
pada hari kiamat, mulut manusia akan terkunci. Lisan yang di dunia ini sering
digunakan untuk berbohong, menggunjing, menghina, bahkan menipu, tidak lagi
bisa dipergunakan untuk membela diri. Justru tangan, kaki, dan seluruh anggota
tubuh akan menjadi saksi yang jujur atas segala amal perbuatan manusia.
Jamaah
yang dimuliakan Allah,
Rasulullah
Saw. mengingatkan kita dalam hadisnya:
“Tidak
akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya
tentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya
bagaimana ia amalkan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia
belanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan.”
(HR. At-Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa setiap perbuatan manusia
akan diminta pertanggungjawaban. Umur yang Allah berikan, ilmu yang kita
pelajari, harta yang kita kumpulkan, dan tubuh yang kita gunakan, semuanya akan
ditanya satu per satu. Tidak ada satupun yang luput dari pengawasan Allah Swt.
Ma‘asyiral
Muslimin rahimakumullah,
Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menyiapkan
bekal sebelum datangnya hari kiamat. Persiapan itu bukan berupa harta benda,
bukan pula kedudukan atau pangkat, melainkan iman, amal saleh, dan taubat yang
tulus.
Beberapa Persiapan Menghadapi Hari Kiama
1. Menjaga Lisan
Lisan adalah salah satu nikmat besar, tetapi juga bisa menjadi sumber bencana. Betapa banyak manusia terjerumus ke dalam neraka hanya karena lisannya. Rasulullah Saw. bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kata-kata yang baik bisa menjadi pahala, sedangkan ucapan yang buruk bisa menjadi dosa besar. Oleh karena itu, mari kita gunakan lisan hanya untuk berkata benar, berzikir, dan menyampaikan kebaikan.
2. Meningkatkan Amal Saleh
Dunia adalah ladang amal, dan setiap amal akan menjadi cahaya di hari kiamat. Amal saleh bukan hanya ibadah wajib seperti salat, puasa, dan zakat, tetapi juga amal sosial: membantu fakir miskin, menolong orang lain, berbuat baik kepada tetangga, dan memelihara hubungan baik antar sesama.
3. Menjauhi Maksiat dan Dosa
Setiap dosa akan menjadi saksi memberatkan. Dosa mata karena melihat yang haram, dosa telinga karena mendengar kebatilan, dosa tangan karena mengambil yang bukan hak, dan dosa kaki karena melangkah ke tempat maksiat, semua akan diperlihatkan di hadapan Allah. Maka jauhilah maksiat sekecil apa pun, karena semua akan dicatat.
4. Bertaubat dengan Taubat Nasuha
Allah Swt. memerintahkan:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَصُوْحًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha).” (QS. At-Tahrim: 8)
Selama nyawa belum sampai di kerongkongan, pintu taubat masih terbuka. Karena itu, jangan tunda taubat.
5. Memperbanyak Amal Jariyah
Rasulullah Saw. bersabda:
“Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Bekal terbaik yang terus mengalir pahalanya adalah amal jariyah. Mari kita sisakan sebagian harta, tenaga, dan ilmu untuk menjadi bekal yang terus bermanfaat setelah kita meninggal.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Marilah kita memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya. Janganlah kita tertipu dengan gemerlap dunia yang fana. Sebab pada hari kiamat nanti, mulut kita akan terkunci, dan hanya amal perbuatan yang berbicara.
Hadirin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan kembali ketakwaan kepada Allah Swt. Takwa adalah sebaik-baik bekal dalam menghadapi kehidupan dunia dan akhirat.
Allah Swt. berfirman:
يَوْمَ
لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُوْنَۙ اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ
“(Yaitu)
pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang
datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu‘ara: 88–89)
Pada hari kiamat nanti, harta yang kita kumpulkan
tidak akan menolong kita. Anak-anak yang kita banggakan juga tidak bisa
menyelamatkan kita. Yang bermanfaat hanyalah hati yang bersih, yaitu hati yang
dipenuhi iman, ikhlas dalam beramal, bebas dari syirik, dan jauh dari
kemunafikan.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Rasulullah Saw. bersabda:
“Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)
Marilah
kita menjadi hamba Allah yang cerdas. Jangan terlena dengan kesenangan dunia.
Jangan menunda taubat. Jangan meremehkan amal kebaikan, sekalipun kecil. Jangan
pula menganggap remeh dosa, walaupun tampak sepele.
Hadirin
yang dimuliakan Allah,
Hari kiamat adalah kepastian. Tidak ada seorang pun
yang mengetahui kapan datangnya. Karena itu, mari kita persiapkan diri mulai
dari sekarang. Gunakan waktu, tenaga, dan kesempatan yang Allah berikan untuk
beribadah dan beramal saleh.
اللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْاَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ
أَحْسَنَهُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ
Penutup:
Demikian khutbah Jumat ini.
Semoga Allah Swt. menjadikan kita hamba-hamba yang mampu menjaga lisan,
memperbanyak amal saleh, menjauhi dosa, bertaubat dengan tulus, dan selalu
menyiapkan bekal untuk menghadapi hari kiamat. Semoga Allah memberikan kita
semua husnul khatimah.