-->

Back Groud MRB (atas)


 

Pengumuman

Jadwal Shalat

Madrasah Diniyah Takmiliyah : Pilar Pendidikan Akhlak di Era Modern

mrb
Thursday, August 28, 2025, August 28, 2025 WIB Last Updated 2025-08-28T08:59:06Z

 

M. Zulfadhli Alfasiy
(Pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Kota Banda Aceh)

Madrasah Diniyah Takmiliyah : Pilar Pendidikan Akhlak di Era Modern

Oleh : M. Zulfadhli Alfasiy


Madrasah Diniyah Takmiliyah adalah lembaga pendidikan Islam non-formal yang menyelenggarakan pendidikan keagamaan di luar jam sekolah umum. Ada yang menyebutnya madin ataupun MDT biasanya dilaksanakan pada sore, malam hari bahkan dikolaborasi dengan pendidikan formal dan menyasar anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah. Meski terkesan sebagai pelengkap, peran MDT justru sangat vital dalam membentuk jiwa dan moral anak-anak sejak dini.


Secara peran, ia mengisi segmen dalam hal Memperdalam Pemahaman Agama Islam, pembentukan karakter dan akhlak, pelestarian nilai budaya dan agama bahkan ia pun mampu bersanding sebagai penunjang prestasi Sekolah/madrasah. Proses penyelenggaraan yang jelas tertulis dalam perturan pemerintah no 55 tahun 2007 madin menjadi pilar utama dalam pembangunan dalam mempersiapkan generasi mendatang yang mempunyai pengetahuan agama, berwawasan dan mempunyai keterampilan hidup yang memadai dan berkarakter akhlak mulia berkat peghayatan yang mendalam dari ajaran islam.


            Kembali ke tema, Krisis moral yang melanda generasi saat ini bukan sekadar isapan jempol. Data dan realita sosial menunjukkan peningkatan perilaku menyimpang, seperti bullying, kenakalan remaja, pornografi, hingga kejahatan digital yang merambah setiap sudut pendangan mata, Banyak menimpa di antara anak-anak yang cakap secara akademik, namun miskin dalam adab dan tata krama. Sehingga nilai luhur ilmu yang semestiny menjadi Nur atau cahaya tak membekas pada wujud jasadiyah manusia tersebut. Dan Di sinilah letak urgensinya MDT: menjadi garda depan dalam pendidikan akhlak dan pembinaan karakter Islami.


            Dibeberapa daerah dalam Negara kita, MDT menjadi satu-satunya harapan bagi anak-anak untuk belajar agama secara istiqamah. Saat tidak semua orang tua mampu menyekolahkan anak ke pesantren. Maka, alternatifnya adalah MDT sebagai solusi terjangkau dan efektif. Bahkan, MDT telah terbukti mampu melahirkan generasi muda yang kuat spiritualitasnya dan santun dalam bertutur serta berperilaku. MDT juga menjadi penguat peran keluarga dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.


            Sayangnnya, MDT belum mendapatkan perhatian khusus dari banyak pihak, baik dari segi status keberadaaanya, pengetahuan tentang regulasinya, apalagi berbicara terkait sarana dan financial. Sehingga terkesan , masyarakat enggan mengetahui posisi dan regulasinya yang padahal jelas itu sah keberadaaannya secara hukum  Negara. Maka mestinya peran kolaborasi yang dibangun sekolah dan madrasah diniyah harusnya dibentuk seresmi mungkin sehingga terhindar dari imbas atas kebijakan  dan kepentingan pimpinan lembaga yang memanfaatkan keberadaanya.


Secara fungsi, MDT tidak hanya mengajarkan teori agama seperti fikih, tauhid, dan Al-Qur'an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur melalui keteladanan guru, pembiasaan ibadah, dan interaksi sosial yang sehat. Para ustaz dan ustazah di MDT memainkan peran ganda, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik akhlak yang hadir dengan cinta, kesabaran, dan pengabdian tulus. Dalam suasana yang akrab dan religius, anak-anak lebih mudah menyerap nilai-nilai moral dan membentuk kepribadian yang shalih.


Dari celah sisi yang lain,menyongsong eradigital saat ini, pelaksana MDT pun juga perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang Penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Semestinya ide untuk membimbing pembuatan konten dakwah digital, dan penyelenggaraan kelas daring menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Yang terpenting, esensi dari MDT tidak boleh hilang sebagai ruang pendidikan ruhani yang menyejukkan dan mengarahkan generasi muda pada nilai-nilai kebaikan.


Sudah saatnya kita memandang MDT bukan sebagai pelengkap pendidikan, tetapi sebagai pilar utama dalam membentuk kepribadian bangsa. Di tengah krisis multidimensi, kebangkitan akhlak yang harus dimulai dari rumah, sekolah, dan lingkungan sosial, di mana MDT menjadi titik temu dari ketiganya. Sehingga kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga lentera itu tetap menyala.


MDT adalah cahaya harapan di tengah gelapnya zaman. Kebaradaaannya  bisa saja dikolaborasikan ke dalam program kurikulum Aceh Meuadab dan mungkin bisa saja diintegrasikan dengan Madrasah formal dibawah kementerian agama. Karena Dengan menyokongnya, kita tidak hanya menyelamatkan generasi dari krisis akhlak, tetapi juga mewariskan peradaban yang bermartabat dan beradab untuk masa depan. Hal ini semata karena pendidikan yang sejati bukan hanya kepala yang pintar, tetapi juga hati yang mulia.  Wallahu A’lam

 

Penulis : M. Zulfadhli Alfasiy

Pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Kota Banda Aceh


Komentar

Tampilkan

  • Madrasah Diniyah Takmiliyah : Pilar Pendidikan Akhlak di Era Modern
  • 0


Jadwal Shalat

”jadwal-sholat”