![]() |
| Tgk. H. Muhibuthibri, S. Ag (Kepala UPTD Rumah Sejahtera Jroh Naguna Dinas Sosial Aceh) |
Bertaqwa Kepada Allah dan Pengaruhnya Kepada Kehidupan Muslim
Oleh : Tgk. H. Muhibuthibri, S. Ag
Puji dan syukur kita panjatkan kehadhirat Allah SWT yang senantiasa
mencurahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada kita para hamba yang beriman dan
bertaqwa kepada-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi
Muhammad SAW sebagai tauladan dalam kehidupan.
Jamaah jum’at yang
dirahmati oleh Allah SWT,
Kita mengetahui bahwa taqwa memiliki berbagai sisi pembahasan yang luas dalam
Alquran. Kali ini kita mencoba untuk membahas salah satu sisi pembahasan taqwa
yaitu pengaruh taqwa dalam kehidupan muslim, apa saja pengaruh-pengaruh taqwa
bagi muslim dalam kehidupan di dunia ini. Jika kita merujuk
pada Alquran, kita akan dapati bahwa Allah swt menekankan pentingnya taqwa
dalam kehidupan, tidak ada hal penting yang lebih besar dalam kehidupan muslim
melebihi persoalan taqwa. Bahkan dalam Alquran Allah swt menjadikan taqwa
sebagai standar umat manusia dalam kedekatan kepada-Nya, dan juga menjadikan
taqwa sebagai standar kemuliaan bagi
umat Manusia di sisi Allah SWT, standar kemuliaan bukan berdasarkan harta, bukan
berdasarkan tahta ataupun kedudukan. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT
dalam Surat Al-Hujarat ayat 13:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللهَ عَليمٌ خَبيرٌ
Artinya: Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah
orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Mengenal. (QS. Al-Hujarat: 13)
Ayat diatas menerangkan bahwa taqwa merupakan standar kedekatan diri pada
Allah SWT dan standar kemuliaan bagi manusia disisi Allah SWT. Semakin
bertambah ketaqwaan manusia semakin dekat dirinya kepada Allah SWT, semakin
sedikit ketaqwaan manusia, semakin jauh dirinya dari Allah SWT.
Jika kita merujuk kembali pada Alquran, kita akan mengetahui bahwa taqwa
memilki tingkatan-tingkatan tersendiri. Sebagaimana dalam ayat diatas, kata
taqwa digunakan dengan memakai bentuk Af’alu Tafdhil yang menunjukkan bahwa taqwa
memiliki tingkatan-tingkatan. Dalam ayat yang lain yaitu surah Ali-Imran ayat
102 Allah berfirman:
يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ
وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah
sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS Ali Imran:
102)
Ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan agar orang-orang
beriman untuk bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa. Ketaqwaan
yang benar adalah kondisi kesadaran dan takut kepada Allah SWT yang dapat
mendorong seseorang untuk menjalankan semua perintah-Nya, menjauhi segala
larangan-Nya, mengamalkan Al-Qur'an dan Hadits, serta memiliki sikap ridha
terhadap ketetapan-Nya dan beramal sesuai tuntunan Syari'ah, merasa cukup
dengan pemberian Allah, dan mempersiapkan diri menghadapi kematian. .
Jamaah jum’at yang dirahmati oleh Allah SWT,
Kembali kepada permasalahan pokok yang kita sampaikan tadi bahwa taqwa
tersebut sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan seorang muslim, antara lain:
Yang pertama; bahwa Allah Allah SWT akan memberi jalan keluar dari
kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh setiap orang yang bertaqwa, hal ini
sudah dijelaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya dalam QS. At-Thalaq ayat 2
sebagai berikut:
وَ مَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ
مَخْرَجاً وَ يَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَ مَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ
فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللهَ بالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً
Artinya: Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan
keluar baginya, dan memberi rezeki kepadanya dari arah yang tidak dia
sangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah
akan mencukupkannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya.
Sesungguhnya Allah telah menciptakan ketentuan bagi segala sesuatu. (QS.
At-Thalaq: 2)
Ayat diatas menunjukkan pada kita beberapa pengeruh taqwa bagi manusia,
yaitu Allah akan memberikan kemudahan atau jalan keluar bagi orang yang
bertaqwa. Artinya seorang yang bertaqwa (muttaqi) tidak akan merasakan
kehidupan yang sempit, sesuai janji Allah swt dalam ayat tersebut Allah akan
memberikan kemudahan atau jalan keluar bagi mereka yang bertaqwa.
Yang kedua; Allah swt akan memberikan rezeki dari arah yang tidak
disangka-sangka. Perlu diketahui bahwa rezeki yang dimaksud bukan hanya rezeki
yang bersifat materi seperti harta atau makanan dll. Tapi Allah SWT juga
memberikan rezeki yang bersifat ma’nawi bagi orang-orang yang bertaqwa. Jadi
yang dimaksud rezeki dalam ayat tersebut mutlak, yakni baik itu rezeki yang
bersifat materi atau pun rezeki yang bersifat ma’nawi. hal tersebut didukung
dengan ayat dalam Alquran, Allah swt berfirman:
وَ اتَّقُوا اللهَ وَ يُعَلِّمُكُمُ
اللهُ وَ اللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Artinya: Bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu, dan Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 282)
Ayat diatas menerangkan bahwa Allah swt memberikan rezeki ma’nawi kepada
sesiapa yang bertaqwa yaitu ilmu. Jadi, tidak hanya rezeki yang bersifat materi
saja yang Allah berikan kepada orang-orang bertaqwa, tapi Allah swt pun
memberikan rezeki yang bersifat ma’nawi yaitu ilmu. Bertaqwalah kepada Allah
maka Allah swt akan mengajarkanmu.
Jamaah jum’at yang
dirahmati oleh Allah SWT,
Yang ketiga; Allah SWT menjadikan orang-orang yang bertaqwa sebagai Furqon,
yaitu mereka diberikan kemampuan untuk membedakan mana yang hak dan mana yang batil.
Allah berfirman :
يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقاناً
وَ يُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئاتِكُمْ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ وَ اللهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظيمِ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia
akan memberikan kepadamu (kekuatan) pembeda (antara yang hak dan yang batil di
dalam hatimu), menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni
(dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Al-Anfal: 29)
Dalam shalat kita
sehari semalam, kita selalu bermunajat dan memohon kepada Allah agar diberikan hidayah
atau petunjuk untuk berjalan di jalan yang lurus (Shirat Almustaqim), dan bukan
jalan yang dimurkai oleh Allah swt. Untuk bisa berjalan di Shirat Almustaqim,
syarat yang harus kita penuhi adalah dengan menjadi Furqan, sehingga kita bisa
membedakan mana yang hak dan mana yang batil, mana jalan yang lurus yang di
ridhoi oleh Allah swt, mana jalan yang dimurkai oleh Allah swt, sehingga kita
bisa mencapai tujuan kita untuk sampai kepada keridhaan ilahi. Dan sebagaimana
yang telah kita singgung sebelumnya, bahwa Furqan merupakan pengaruh dari
taqwa, sesiapa yang menginginkan dirinya menjadi Furqan, maka hendaklah ia
bertaqwa kepada Allah swt. Dan Furqan merupakan salah satu pengaruh yang paling
penting dalam ketaqwaan kita pada Allah swt. Sehingga dengan menjadi Furqan,
kita bisa menapaki jalan yang lurus yaitu jalan yang dianugerahi kenikmatan,
bukan jalan yang dimurkai, sebagaimana yang sering kita panjatkan dalam shalat
sehari-hari kita.
Jamaah jum’at
yang dirahmati oleh Allah SWT,
Dari pembahasan
tersebut dapat kita simpulkan, bahwa taqwa memiliki banyak pengaruh bagi orang
beriman, pada khutbah kali ini sudah kita sampaikan tiga saja pengaruh taqwa
dalam kehidupan orang beriman, yaitu Allah swt meberikan kemudahan dan jalan
keluar bagi mereka yang bertaqwa, kemudian memberikan rezeki kepada mereka dari
arah yang tidak disangka-sangka, baik itu rezeki yang bersifat materi maupun
yang bersifat ma’nawi. Kemudian
Allah akan memberikan kemudahan bagi orang yang bertaqwa yaitu kemampuan untuk
membedakan antara yang haq dan yang bathil atau yang benar dan yang salah.
Semoga kita semua dijadikan hamba yang beriman dan bertaqwa dengan
sebenar-benar taqwa, amin ya rabbal ‘alamin.

.jpg)

.jpg)

